PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG ULAT LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING FASE STARTER

John Arnold

Sari


Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dalam memanfaatkan tepung singkong dan ulat limbah kelapa sawit dalam ransum ayam pedaging fase starter. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu DOC broiler jantan SR 707 sebanyak 100 ekor dengan bobot badan rata-rata 49,53±3,37 g. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dirancang dengan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 ransum perlakuan, dimana perlakuan 1 tampa tepung singkong dan ulat limbah kelapa sawit, perlakuan 2 mengandung tepung singkong sebesar 11,10% dan tepung ulat limbah kelapa sawit 3,60%, perlakuan 3 mengandung tepung singkong sebesar 21,70% dan tepung ulat limbah kelapa sawit 7,5 perlakuan 4 mengandung tepung singkong sebesar 32,50% dan tepung ulat limbah kelapa sawit 11,00% yang dibuat Isoprotein dan isoenergi dengan kandungan protein 22,5% dan energi metabolis sebesar 3000kkal. Penggunaan tepung singkong sampai 32,5% dan tepung ulat limbah kelapa sawit sampai 11% dapat digunakan sebagai substitusi jagung sebanyak ±45% dalam ransum ayam pedaging fase starter. Penggantian jagung dengan tepung singkong sampai 32,5% dan tepung ulat limbah kelapa sawit sampai 11% masih meningkatkan konsumsi ransum danpertambahan bobot badan maksimal ayam pedaging fase starter pada penggantian jagung dengan tepung singkong sampai 21,70% dan tepung ulat limbah kelapa sawit sampai 7,50%.

Kata kunci: Ayam broiler fase starter, singkong, ulat limbah kelapa sawit


Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.