PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) PADA INTERVAL DEFOLIASI YANG BERBEDA

Daniel Y. Seseray, Evi W. Saragih, Yeldrik Katiop

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval defoliasi terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 kelompok dan 3 perlakuan interval defoliasi yaitu P1 (hari ke-20), P2 (hari ke-40) dan P3 (hari ke-60). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon perlakuan interval defoliasi memberikan pengaruh nyata (P< 0,05) terhadap rata-rata tinggi tanaman dan produksi BK. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada perlakuan P1 (81,78 cm) berbeda nyata lebih rendah dari perlakuan P2 (103,6 cm) dan P3 (129,24 cm). Demikian juga perlakuan P2 berbeda nyata lebih rendah dari perlakuan P3, sedangkan produksi BK pada perlakuan P1(1,20 ton/ha) tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2 (1,94 ton/ha), tetapi secara nyata lebih tinggi dari perlakuan P3 (2,75 ton/ha), sedangkan perlakuan P2 tidak berbeda secara nyata dengan perlakuan P1 dan P3. Rata-rata jumlah anakan dan produksi hijauan segar pada perlakuan P1, P2 dan P3 masing-masing yaitu 1,75 anakan dan 14,15 ton/ha; 3,44 anakan dan 13,07 ton/ha; 4,25 anakan dan 17,07 ton/ha. Disimpulkan bahwa semakin lama interval defoliasi pertumbuhan tanaman semakin tinggi, jumlah anakan semakin banyak dan produksi BK semakin tinggi, sedangkan produksi hijauan segar relatif sama.

Kata Kunci: Rumput Gajah, Defoliasi, Pertumbuhan, Produksi.


Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.