ANALISIS KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL AIR MATA SURGA KARYA E.ROKAJAT ASURA (PENDEKATAN KARAKTERISASI)

Authors

  • Fransiska M. Wenipada Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Kartika Mandowen Universitas Papua, Manokwari, Indonesia
  • Quin D Tulalessy Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30862/bisai.v2i2.237

Keywords:

karakterisasi, novel Air Mata Surga, analisis karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Karakterisasi tokoh pada novel Air Mata Surga, (2) Metode karakterisasi tokoh dalam novel dari sudut pandang Albertine Minderop. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan analisis karakter tokoh dengan pendekatan karakterisasi. Hasil penelitian ini mendapatkan 12 tokoh dan 17 karakter. Metode karakterisasi tokoh dalam novel dari sudut pandang Albertine Minderop meliputi metode langsung (Telling) dan metode tidak langsung (Showing). Metode langsung terdiri dari (a) Karakterisasi melalui penampilan tokoh, (b) Karakterisasi melalui tuturan pengarang dan metode tidak langsung terdiri dari (a) Karakterisasi melalui situasi percakapan, (b) Karakterisasi melalui jatidiri penutur, (c) Karakterisasi melalui dialek dan kosa kata, (d) Karakterisasi melalui kualitas mental tokoh.

Author Biographies

Fransiska M. Wenipada, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Papua

Kartika Mandowen, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Papua

Quin D Tulalessy, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Papua

Downloads

Published

2023-08-31

How to Cite

Wenipada, F. M., Mandowen, K., & Tulalessy, Q. D. (2023). ANALISIS KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL AIR MATA SURGA KARYA E.ROKAJAT ASURA (PENDEKATAN KARAKTERISASI). BISAI: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran , 2(2), 81-89. https://doi.org/10.30862/bisai.v2i2.237